Wednesday, February 10, 2010

SMASA Part 3

DALAM
Apakah yang sebenarnya engkau sembunyikan Diantara puing dan sobekan Kurasa, didalamnya tak karu-karuan Penuh rahasia yangpaling menakutkan Namun, engkau barang kesukaan Tak mudah dilihat dan didapatkan Walau pangkat dan jabatan Uang jutaan atau mobil ratusan Ia adalah karunia Tuhan Tak dapat juga diwariskan (Antologi puisi “Inspirasi Mati SMAN 1 Ngawi class B: Februari 2006)

SMASA Part 2

Sayap ibunda dan benteng Babilonia Engkau hangatkan segala pesona Mentari pun tertunduk menyerah Meski tiada hulu kau tiada cemburu dan luruh Dunia engkau taklukan, rasa engkau tebarkan Kasih, cinta engkau berikan Ini sajak bagi ibunda Telah berkorban jiwa dan raga Yang tertera tanpa paksa Tergoreskan oleh sebuah pena Bagi dia yang kekal disurga (Antologi puisi “Inspirasi Mati SMAN 1 Ngawi class B: Februari 2006)

SMASA Part 1

Sajak Malas Ini bangunku yang hancur Dari pagi hujan mengguyur Gini,….emang enak tidur Sekolah itu yang teratur Tapi, hujan bikin jalan berlumpur Kunanti mentari pagi Namun ia malu dan bersembunyi Sebelah mataku tidur lagi Sekolah itu urusan nanti Pekerjaan ngumpul tak karuan Hingga aku kebingungan Ah, mikir itu belakangan Gua mudah cari contekan Nanti aja setelah gua tiduran (Antologi puisi “Inspirasi Mati SMAN 1 Ngawi class B: Februari 2006)

Monday, February 8, 2010

Jawaban Mega

Aku masih belum bisa mengganbar pelangi walaupun warna-warna telah kusimpan dan memenuhi kantong diaryku... kau telah membagi nukilan tasbih... membeli dilemaku atas kepatuhan pada pasal-pasal.... Mega Kholid Asshidiq

Sunday, February 7, 2010

Untuk Sebuah Nama

Untuk Sebuah Nama

Mega berarakan taman taman awan

Dewa bercengkrama manis bersama angin pagi

Nama nama berserakan mengagungkan dhuha

Putri langit turun beriringan meninggalkan biru birunya awan

Basah perwudhuan dengan muka muka ceria

Dunia tertawa riang riuh gegap gempita

Mekar

Berlari-larian katak-katak sungai

Meninggalkan jejak-jejak kering dan layu

Segar, bunga-bunga menari-nari berpasang-pasangan

Maninggalkan duka lusa

“Sebuah kata sederhana untuk sahabat yang kini beranjak dewasa, engkaulah wanita. Kau diibarakan hujan yang mengentaskan kemarau panjang dengan gerimis hujan di kala dhuha. Menyejukan setiap makhluk, datang sebagai rahmat yang agung dari Allah yang kuasa. Menyuburkan bunga-bunga, menghijaukan taman-taman, menciptakan peradapan dengan muka-muka ceria, membantu meninggalkan duka nestapa, sebagai sahabat yang setia………..”